Abu-abu warna yg tepat menggambarkanku. Suatu subuh tanpa penerangan aku berselimut menyembunyikan hangatnya hati dari udara dingin. Seakan dia dekat dan ada. Terasa hangat dihati saat aku percaya bahwa ia ada. Di sana, dia menungguku dan disini aku memikirkannya. Di lepas langit jingga pagi, di penghujung awan putih diantara kilauan embun pagi aku memulai hariku. Ku pejamkan mataku , dalam gelapnya kamar ini tak akan ada yg sadar aku disini. Menunda kebangkitan kecewa aku terus melangkah tanpa peduli. Kiri kanan ku dapati mereka dengan segala yg mereka harap. Ku lihat pasti senyum di wajah mereka. Disana kau sendiri tanpaku, tanpaku yang kau tau. Pelan-pelan langkahku menujumu. Mulai dengan nama dan berlanjut dengan kisah. Diantara mimpimu aku ada, aku tempatmu kembali setiap malam gelap. Yang ketika pagi datang kau pergi, dan tak mengingatku. Itulah sekarang sebelum ku tau kau ada. Pertemuan yang pasti menunggu kita. Aku tau itu kau saat hatiku mengatakannya. Aku yakin tak akan salah. Mentari menyambut hilang dinginnya harapan. Menyinari setiap jejak yang tertinggal , menyibak tirai pertemuan kita. Sang bulan menunggu ku di hadapannya. Yang tanpa kata dapat berbicara. Yang tanpa suara dapat mengerti. Yang menyentuh luka tanpa sakit lagi. Selain hati dan dingin tak ada jawaban. Akulah tempatmu pulang,selalu.